MASJID AGUNG AL-FATHU KABUPATEN BANDUNG
Tampilkan postingan dengan label Materi Kultum Dzuhur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kultum Dzuhur. Tampilkan semua postingan


 Ringkasan Kultum Dzuhur
Tanggal             : 24 Juni 2015
Oleh                  : Drs. H. Yeyep Jaja Jakariya, SH
Judul                 : Latar Belakang Disyariatkannya Puasa


Dalam sebuah kitab karangan Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi,seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijriah menerangkan;bahwa sesungguhnya ALLAH SWT telah menciptakan akal lebih dulu daripada nafsu,pada saat penciptaan akal ALLAH SWT,berfirman;
"Wahai akal menghadaplah engkau!."
maka akal pun menghadap kehadapan ALLAH SWT berfirman yang bermaksud;
"Wahai akal berbaliklah engkau!".
kemudian ALLAH SWT berfirman lagi yang bermaksud;
"Wahai akal!Siapakah AKU?".
Akalpun berkata,"ENGKAU adalah TUHAN Yang Menciptakan aku dan aku adalah hamba-MU yang daif dan lemah."
ALLAH SWT berfirman yang bermaksud;
"Wahai akal tidak KU-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."
Setelah penciptaan akal dan di uji coba kesetiaannya, ALLAH SWT menciptakan Nafsu.
ALLAH SWT ,berfirman kepadanya pula pada Nafsu;
"Wahai Nafsu,menghadaplah kamu!".
Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri.
kemudian ALLAH SWT berfirman lagi;
"Siapakah engkau dan siapakah AKU?".
Nafsu menjawab "Aku adalah Aku,dan ENGKAU adalah ENGKAU."
Setelah itu ALLAH SWT menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun,dan kemudian ALLAH SWT berfirman:
"Siapakah engkau dan siapakah AKU?".
Nafsu berkata,"Aku adalah Aku dan ENGKAU adalah ENGKAU."
Lalu ALLAH SWT menyiksa Nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun,setelah di keluarkan maka ALLAH SWT berfirman;
"Siapakah engkau dan siapakah AKU?".
Akhirnya Nafsu mengakui dengan berkat,"Aku adalah hamba-MU dan ENGKAU adalah TUHANku."
Dalam kitab tersebut juga di terangkan bahwa dengan sebab itulah maka ALLAH SWT mewajibkan PUASA.

  Dilihat dua potensi manusia yaitu akal dan nafsu manusia dibagi menjadi tiga golongan :
1.     Manusia yang nafsunya lebih dominan dari pada akal 
2.     Manusia yang antara nafsu dan akal seimbang, dan 
3.   Manusia yang akalnya lebih dominan dari nafsu.








Read More >>



Ringkasan Kultum Dzuhur
Tanggal             : 18 Juni 2015
Oleh                  : H. Zaenal Kurniadin, S.Ag
Judul                 : Tiga Tingkatan Shaum


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)
Ada Tiga Tingkatan Shaum antara lain :
1.     Shaum Awam
Shaum ini adalah orang hanya mampu menahan lapar, haus dan menyalurkan syahwat pada siang hari.

2.     Shaum Orang Shaleh
Shaum ini adalah selain bisa seperti yang dilakukan pada shaum awam juga mampu mengendalikan seluruh anggota tubuhnya untuk shaum dan menjauhi semua hal yang dapat mengurangi/membatalkan pahala shaum.
Ada lima hal yang dapat membatalkan pahala ibadah shaum :
a.     Berdusta
b.     Menceritakan kejelekan orang lain
c.     Mengadu domba
d.     Sumpah palsu
e.     Melihat lawan jenis dengan syahwat.

3.     Shaumnya Orang yang Hebat diantara Orang yang Hebat
Ini hanya dilakukan oleh para Nabi dan Rosul
Read More >>


 
Ringkasan Kultum Dzuhur
Tanggal             : 17 Juni 2015
Oleh                  : H. Ahmad Sobari, BA
Judul                 : Khutbah Rosululloh SAW


“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh satu bulan yang agung lagi penuh berkah, yaitu bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan; bulan yang Alloh telah menjadikan puasa-Nya suatu kewajiban dan qiyam (sholat) pada malam harinya suatu tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Alloh dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah) di dalamnya, (ia di ganjar pahala) sama seperti menunaikan kewajiban (fatdhu) di bulan yang lain. Dan siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut dibulan yang lain. Ramadhan adalah bulan yang sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah syurga (al jannah). Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Alloh menambahkan rizki para mukmin di dalamnya. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka perbuatan itu menjadi pengampun atas dosa-dosanya, kemerdekaan dirinya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa yang diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.”
Ada 13 (tiga belas) informasi dan pesan penting dari khutbah singkat Rosululloh SAW diatas yaitu :
1.     Bulan Ramadhan adalah bulan Agung (Syahrun ‘Azim) yang penuh berkah (Syahrun Mubarak) yang mempunyai bobot lebih dibanding sebelas bulan lainnya dan disebut sebagai penghulu segala bulan (Sayidus Syuhur). Oleh karena itu, kaum muslimin harus menyiapkan diri memasuki bulan ini dengan oenyambutan luar biasa. Tidak boleh mereka melewatkannya begitu saja atau menjalaninya biasa-biasa saja.
2.     Di dalam keagungan Bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang sangat utama bagi ummat manusia yaitu Lailatul Qadar.
 لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar : 3)

3.     Pada bulan ini Alloh SWT mewajibkan shaum sebulan penuh yang tujuannya adalah agar kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan semaksimal mungkin.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

4.     Selain mewajibkan puasa disiang hari, Alloh SWT menganjurkan ibadah sunnah di malam hari berupa qiyamul lail yang kemudian dikenal dengan shalat tarawih. Rasululloh bersabda : “sesungguhnya Alloh SWT telah memfatdhukan shaum di bulan Romadhon kepada kalian dan aku syari’atkan kepada kalian agar mendirikannya (dengan shalat tarawih). Barangsiapa yang mempuasai dan mendirikannya karena iman dan mengharapkan ridha Alloh SWT niscaya ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dikeluarkan dari ibunya.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad).

5.     Alloh juga menawarkan pahala luar biasa kepada kaum muslimin yang rajin beribadah di bulan Romadhon. siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut dibulan yang lain.

6.     Ramadhan juga disebut bulan kesabaran (syahrul shabari).

قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10)

7.    Ramadhan adalah bulan memberikan pertolongan (Syahrul Muwasah)

وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ ١٩
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat : 19)

8.     Ramadhan adalah bulan dimana Alloh SWT menambahkan rizkinya kepada orang mukmin.

9.     Kita dianjurkan untuk memberi makan untuk berbuka bagi orang-orang yang mengerjakan ibadah puasa. Perbuatan mulia seperti itu akan mendapatkan 3 balasan sekaligus ;
a.     Menggugurkan dosa-dosanya
b.     Membebaskan dirinya dari siksa api neraka
c.     Diberi pahala setara orang yang berpuasa.

10.  Ramadhan adalah bulan yang hari-hari pertamanya adalah rahmat (kasih sayang) Alloh SWT kepada kaum muslimin, hari-hari pertengahannya adalah hari pengampunan (maghfirah) dan hari-hari terakhirnya pembebasan kaum muslimin dari api neraka.

11.  Meringankan beban orang yang dikuasainya; yakni mamluk (orang-orang yang dikuasai); misalnya : budak untuk zaman dulu, atau sekarang adalah pegawai dan bawahan.

12.  Ada empat perkara yang dipesankan Rasululloh SAW agar diperbanyak kaum muslimin di bulan Ramadhan ;
a.     Meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa tiada tuhan selain Alloh
b.     Istighfar memohon ampun kepada Alloh SWT
c.     Memohon syurganya Alloh SWT
d.     Memohon berlindung dari Api Neraka.

Siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan ganjaran yang tak ternilai harganya
Read More >>